Pada dasarnya, fitrah seorang wanita adalah pemerhati yang tekun. Pemerhati disini bukan berarti, memperhatikan seseorang secara rinci dari atas kepala hingga ujung kaki. Pemerhati bagi seorang wanita itu adalah ketika dia menemukan seseorang yang membuat hatinya berdebar, dia mencari tahu siapa sebenarnya seseorang itu hingga membuat hatinya berdebar.
Fitrah seorang wanita adalah pemerhati yang tekun. Ketika dia mulai merasakan ada hal aneh pada hatinya karena seseorang, dia mulai gelisah, banyak mencari tahu dan akhirnya dia melepas kegelisahannya pada Tuhan dengan meminta agar seseorang itu datang padanya bukan dengan sekuntum bunga, melainkan sebuah cincin.
Fitrah seorang wanita adalah pemerhati yang tekun. Wanita yang amat perhatian bukan yang mendatangi secara langsung seseorang yang dikaguminya, melainkan mendoakannya agar bisa menjadi bagian hidup dari seseorang yang dikaguminya.
Sebagai seorang wanita yang fitrahnya pemerhati yang tekun, kita tidak seharusnya memberitahu secara langsung niat yang seperti apa yang membuat kita menjadi seorang pemerhati yang tekun. Bukan berarti diam juga hal yang benar. Semua ada tahapannya, semua ada masanya, yang harus kita lakukan adalah istiqomah dalam berdoa, tapi doa tanpa usaha itu tidak ada artinya, kita berdoa kemudian berusaha dengan cara yang benar dan menunggu hasil akhirnya (tawakkal).
21092017,
Cha
Fitrah seorang wanita adalah pemerhati yang tekun. Ketika dia mulai merasakan ada hal aneh pada hatinya karena seseorang, dia mulai gelisah, banyak mencari tahu dan akhirnya dia melepas kegelisahannya pada Tuhan dengan meminta agar seseorang itu datang padanya bukan dengan sekuntum bunga, melainkan sebuah cincin.
Fitrah seorang wanita adalah pemerhati yang tekun. Wanita yang amat perhatian bukan yang mendatangi secara langsung seseorang yang dikaguminya, melainkan mendoakannya agar bisa menjadi bagian hidup dari seseorang yang dikaguminya.
Sebagai seorang wanita yang fitrahnya pemerhati yang tekun, kita tidak seharusnya memberitahu secara langsung niat yang seperti apa yang membuat kita menjadi seorang pemerhati yang tekun. Bukan berarti diam juga hal yang benar. Semua ada tahapannya, semua ada masanya, yang harus kita lakukan adalah istiqomah dalam berdoa, tapi doa tanpa usaha itu tidak ada artinya, kita berdoa kemudian berusaha dengan cara yang benar dan menunggu hasil akhirnya (tawakkal).
21092017,
Cha