Bersama dengan tulisan ini, kukirimkan sejuta cinta untuk seluruh orang tua di seluruh dunia. Untuk dua orang terbaik, yang senantiasa menjaga putra dan putri mereka tak kenal waktu. Untuk dua orang hebat, yang selalu menjadi sandaran di setiap kegagalan yang dialami putra dan putri mereka. Untuk dua orang apa adanya, yang kasih sayangnya tak pernah pudar untuk putra dan putri mereka.
Baik, aku mulai tulisanku dengan menceritakan siapa diriku dan dari orangtua yang seperti apa aku dibesarkan. Aku, yang kini bukan lagi seorang remaja, yang akan beranjak dewasa beberapa bulan lagi, yang masih hidup di bawah naungan kasih sayang orangtua. Aku bukanlah seorang yang pintar, aku biasa-biasa saja. Prestasi yang kuraih sejak aku memulai pendidikan juga tidak ada yang mencolok. Aku, sungguh orang biasa-biasa saja. Aku bukanlah orang yang hebat dikenal banyak orang, bukan juga seorang yang cerdas. Tapi aku merasa bersyukur dan bahagia atas semua itu, kenapa? Karena aku, memiliki orangtua yang hebat.
Karena aku, memiliki orangtua yang hebat. Orangtua yang selalu mendukung apa yang dilakukan anak-anaknya, entah itu akan menjadi keberhasilan atau kegagalan, mereka tetap mendukung hingga akhir. Orangtua yang tak pernah memaksa anak-anaknya melakukan apa yang dia inginkan, semua terserah anak-anaknya, mereka mendukung apapun itu. Orangtua yang selalu hadir di sisi anak-anaknya, sekalipun anak-anaknya gagal dalam apa yang hendak ia capai.
Karena aku, memiliki orangtua yang hebat. Orangtua yang selalu merangkul dan membuat hatiku damai tiap kegalauan tentang apapun itu selalu mengisi hati, meskipun seringkali aku selalu meragukan rangkulan mereka. Orangtua yang selalu setia mengantarku ke gerbang pendidikan selama kurun waktu enam tahun, terutama untuk bapak, aku tak tahu bagaimana membalas itu semua, aku sangat bersyukur memiliki kalian di hidupku. Orangtua yang tak pernah marah dengan hebat jika aku melakukan kesalahan, aku salah tetapi mereka yang memperbaiki kesalahanku.
Aku, yang kini mulai berpikir dewasa, yang kini mengerti bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik, sangat bersyukur memiliki orangtua seperti bapak dan mamak. Yang terkadang nasihatnya selalu kusepelekan, yang kata-katanya tak kudengarkan, yang airmatanya selalu kuabaikan, yang doanya untuk anak-anaknya selalu dikabulkan, aku sungguh tak bisa berkata-kata.
Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu jika bicara selalu diabaikan, karena aku sudah pernah merasakannya. Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu ketika menasihatiku, karena aku sudah pernah merasakannya. Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu ketika menangis karena tingkah laku yang tak sesuai dengan yang kau mau, aku sangat mengerti.
Mungkin tulisan ini, yang dipenuhi kata-kata manis nan menyentuh, tak bisa membalas semua pengorbanan yang kalian lakukan. Tapi, setidaknya tulisan ini, bisa menyampaikan bahwa aku mencintai kalian dengan sepenuh hati dan cintaku ini tak akan pernah mati.
24022018,
Anak gadismu, Cha.
Baik, aku mulai tulisanku dengan menceritakan siapa diriku dan dari orangtua yang seperti apa aku dibesarkan. Aku, yang kini bukan lagi seorang remaja, yang akan beranjak dewasa beberapa bulan lagi, yang masih hidup di bawah naungan kasih sayang orangtua. Aku bukanlah seorang yang pintar, aku biasa-biasa saja. Prestasi yang kuraih sejak aku memulai pendidikan juga tidak ada yang mencolok. Aku, sungguh orang biasa-biasa saja. Aku bukanlah orang yang hebat dikenal banyak orang, bukan juga seorang yang cerdas. Tapi aku merasa bersyukur dan bahagia atas semua itu, kenapa? Karena aku, memiliki orangtua yang hebat.
Source: Pinterest (Duce Alma)
Karena aku, memiliki orangtua yang hebat. Orangtua yang selalu mendukung apa yang dilakukan anak-anaknya, entah itu akan menjadi keberhasilan atau kegagalan, mereka tetap mendukung hingga akhir. Orangtua yang tak pernah memaksa anak-anaknya melakukan apa yang dia inginkan, semua terserah anak-anaknya, mereka mendukung apapun itu. Orangtua yang selalu hadir di sisi anak-anaknya, sekalipun anak-anaknya gagal dalam apa yang hendak ia capai.
Karena aku, memiliki orangtua yang hebat. Orangtua yang selalu merangkul dan membuat hatiku damai tiap kegalauan tentang apapun itu selalu mengisi hati, meskipun seringkali aku selalu meragukan rangkulan mereka. Orangtua yang selalu setia mengantarku ke gerbang pendidikan selama kurun waktu enam tahun, terutama untuk bapak, aku tak tahu bagaimana membalas itu semua, aku sangat bersyukur memiliki kalian di hidupku. Orangtua yang tak pernah marah dengan hebat jika aku melakukan kesalahan, aku salah tetapi mereka yang memperbaiki kesalahanku.
Aku, yang kini mulai berpikir dewasa, yang kini mengerti bagaimana memperlakukan orang lain dengan baik, sangat bersyukur memiliki orangtua seperti bapak dan mamak. Yang terkadang nasihatnya selalu kusepelekan, yang kata-katanya tak kudengarkan, yang airmatanya selalu kuabaikan, yang doanya untuk anak-anaknya selalu dikabulkan, aku sungguh tak bisa berkata-kata.
Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu jika bicara selalu diabaikan, karena aku sudah pernah merasakannya. Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu ketika menasihatiku, karena aku sudah pernah merasakannya. Kini, aku mengerti bagaimana perasaanmu ketika menangis karena tingkah laku yang tak sesuai dengan yang kau mau, aku sangat mengerti.
Mungkin tulisan ini, yang dipenuhi kata-kata manis nan menyentuh, tak bisa membalas semua pengorbanan yang kalian lakukan. Tapi, setidaknya tulisan ini, bisa menyampaikan bahwa aku mencintai kalian dengan sepenuh hati dan cintaku ini tak akan pernah mati.
24022018,
Anak gadismu, Cha.

