Dan, sebagai perempuan, aku pun pernah bahkan sering merasakannya. Tak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi, tapi yang kurasakan ketika hujan turun, hatiku yang semula baik-baik saja tiba-tiba berubah menjadi tidak baik-baik saja bahkan lebih buruk jika hujannya bertambah semakin deras. Tak masuk akal memang, tapi begitu kenyataannya. Aku pernah menemukan foto pada laman sosial mediaku, dalam foto itu tertulis, hujan dapat meresonasi kenangan seseorang di masa lalu. Itu bukan opini, melainkan fakta. Dan aku mengakui itu memang benar adanya.
Hujan dan rindu, dua hal yang sangat amat berbeda. Jelas saja berbeda, hujan itu adalah Rahmat dari Tuhan sedangkan rindu adalah perasaan yang lumrah dimiliki oleh setiap insan. Hubungannya apa? Kebanyakan orang bilang kalau hujan itu erat kaitannya dengan rindu. Bagaimana bisa? Baik, coba baca ulang alinea kedua. Hujan dapat meresonasi kenangan seseorang di masa lalu. Hujan bisa membuat orang kembali mengingat masa lalunya, entah itu masa lalu yang baik atau buruk. Ketika hujan turun, kenangan-kenangan di masa lalu tiba-tiba diputar ulang layaknya sebuah film. Mengingat - mengenang - merasakan - membuat rindu, mungkin itu yang dilakukan hujan ketika meresonasi kenangan masa lalu dalam pikiran kita. Hingga kebanyakan orang sering mengaitkan hujan dengan rindu.
Well, aku tidak tahu pasti kegiatan apa yang dilakukan hujan ketika meresonasi kenangan masa lalu dalam pikiran kita, aku pun tidak sepenuhnya percaya meskipun itu merupakan sebuah fakta. Tapi, aku selalu yakin bahwa hujan itu pembawa rindu terberat yang aku tahu, karena semua hal yang berkaitan tentang mengikhlaskan berawal ketika hujan turun :')
21012018,
Cha
