Ketika aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah libatkan dia.
Bagaimanapun aku dan kamu sudah menanggung apa yang Tuhan berikan, yaitu kebahagiaan. Bahagiamu, bahagiaku, bahagia kita.
Ketika aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah libatkan ego.
Bagaimanapun aku dan kamu harus sama-sama seimbang, tidak berat sebelah seperti definisi adil.
Ketika aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah libatkan kesedihan.
Bagaimanapun aku dan kamu telah berjanji untuk tidak saling menyakiti dan memberi rasa sakit.
Ketika aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah korbankan perasaan.
Bagaimanapun aku dan kamu harus tetap berdiri kokoh layaknya gedung pencakar langit di kota metropolitan.
Ketika aku dan kamu menjadi kita, jangan pernah mengabaikan satu sama lain.
Bagaimanapun aku dan kamu tidak akan pernah melepaskan genggaman yang telah dieratkan dengan kekuatan cinta.
Cintaku, cintamu, cinta kita.
Ketika aku dan kamu menjadi kita, tak akan ada lagi siapapun diantara aku dan kamu, hanya ada kisahku, kisahmu, kisah kita, kisah yang telah Tuhan rancang dengan akhir bahagia.
18062016, Cha.
Biarkan seperti ini.
Biarkan menjadi masa lalu.
Biarkan rasa ini berubah.
Biarkan menjadi misteri.
Biarkan tak terpecahkan.
Biarkan rindu ini menggerogoti hati.
Tolong..
Biarkan saja.
Masa lalu hanyalah masa lalu.
Masa lalu hanya ilusi yang kebenarannya mustahil untuk dipecahkan.
Tak bisa berubah.
Tak bisa diubah.
Tak ada yang bisa mengubah.
Masa lalu hanyalah rangkaian
puzzle yang tak bisa disatukan.
Masa lalu hanyalah rangkaian
puzzle yang kepingan-kepingan
puzzlenya berhamburan dihembus angin kehidupan.
Masa lalu hanyalah cerita lampau yang tak tahu kapan diceritakan kembali.
Masa lalu tak bisa menjelma menjadi masa depan.
Tetap akan seperti itu.
Tetap berada pada posisi awal, tak akan kemana-mana.
Masa lalu hanyalah bayang-bayang.
Selamanya akan terus menjadi bayang-bayang.
Biarkan saja.
Biarkan seperti itu.
01042016, Cha.
Menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain tidak semudah membalikkan telapak tangan ya. Butuh waktu yang lama dan butuh berpikir yang keras dulu.
Sama halnya seperti diri saya.
Menyenangkan bagi saya itu saat orang lain bisa nyaman dengan saya,
saat orang lain dapat menerima apa adanya diri saya, dan
saat orang lain memahami apa yang saya inginkan.
Ya mungkin orang lain menganggapnya sebagai hal yang klise, tapi begitulah arti menyenangkan bagi saya pribadi.
Dulu ketika saya masih berusia sangat muda, bukan berarti saya sudah tua loh ya..
Saya tidak pernah berpikir untuk menjadi orang yang menyenangkan bagi orang lain, mungkin pernah berpikir satu atau dua kali tapi pemikirannya yang berbeda, ya maklum kan masih sangat muda.
Setiap hal yang saya lakukan saat itu saya menganggapnya menyenangkan, tapi setelah mengenal lebih banyak hal, ternyata hal menyenangkan saat itu sangat-sangat berbeda dengan hal menyenangkan saat ini.
Terlebih lagi saat ini orang yang berada di dekat saya lebih memahami dan menerima karakter dalam diri saya. Begitulah kiranya hal menyenangkan bagi saya. Kalau kamu? Semoga lebih menyenangkan ya!
Danke!
Stay terus ya di blog ini, walaupun sebenarnya omongan saya agak ngelantur. hehe