Cha Disini

Cari aku, jika tulisan-tulisanku membuatmu merasa lebih baik.

  • Home
    • Version 1
  • Download
  • Social
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us
Hujan di penghujung Januari.
Mengikis kenangan yang telah lama membeku.
Memaksa luka yang telah tertutup rapat terbuka lebar.
Menarik kenangan pahit dalam ingatan untuk berpencar mengitari memori otak.

Hujan di penghujung Januari.
Sebegitu kerasnya kau memaksa otak untuk meresonasi kenangan di masa lalu.

Dengan goresan pena di penghujung Januari,

Cha.
Ada perumpamaan dalam bahasa Inggris, Silent is gold. Yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, berarti diam adalah emas. Sudah sering kita dengar perumpamaan seperti itu.

Bagi saya, diam adalah perilaku dimana seseorang sedang mengalami pergolakan batin yang sangat pelik. Diam bukan berarti menyelesaikan masalah. Diam bukan berarti menjauh dari masalah. Diam bukan berarti tak mampu menanggung masalah yang dihadapi.

Diam. Satu kata yang sering membuat orang sering salah mengartikan maknanya. Diam itu seperti.. air dalam sebuah bejana. Tak bergerak bila tak disentuh. Tak bergetar bila tak dipukul permukaannya. Dan menenangkan.

Ketika orang diam, mungkin saja dia sedang memikirkan mimpi-mimpinya.
Ketika orang diam, mungkin saja dia sedang mengagumi hidupnya.
Ketika orang diam, mungkin saja dia mengkhayalkan masa depannya.
Mungkin saja, 'kan?

Diam itu identik dengan kesedihan, kegalauan, atau bahkan kehilangan. Benar, memang benar. Kebanyakan memang seperti itu.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam larut dalam kesedihan, keadaan akan berubah seperti semula. Saya salah.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam mencoba mengikhlaskan sebuah kehilangan, kehilangan akan berlalu begitu saja. Saya salah.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam menikmati kegalauan hati saya, kegalauan akan merangkul saya erat menuju kebahagiaan. Lagi-lagi saya salah.

Diam tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan masalah. Diam tidak sepenuhnya mengubah keadaan menjadi seperti sedia kala. Diam tidak sepenuhnya membuatmu menjadi bahagia dan lebih baik.

Diammu harus bisa diartikan. Diammu harus bisa membuatmu menemukan solusi dari masalah yang kamu hadapi. Diammu harus bisa membuatmu menjadi orang yang semakin kuat. Diammu harus bisa membuatmu mengerti arti sebuah kehidupan.

Diam adalah emas, sebuah perumpaan bagi orang yang semakin dewasa dalam menyederhanakan masalah dihidupnya.

15012017,

Cha
Apa kabar, hati?
Lama tak bersua. Masih sehat seperti dulu, 'kan?
Hati, kamu tahu? 
Sudah lama aku tak merasakan keberadaanmu. 
Sakitkah, perihkah, atau hampakah? 
Aku tidak tahu apa yang kamu rasakan. 
Mungkin ketiganya kamu merasakannya berbarengan. 
Aku selalu berpikir bahwasanya kamu masih memendam dendam pada orang yang melukaimu. 
Aku selalu berpikir bahwasanya kamu masih belum bisa menerima keadaan tentang luka yang kamu alami. 
Aku selalu berpikir bahwasanya kamu selalu menanti seseorang untuk mengisi kekosonganmu.

Bagiku itu semua omong kosong yang tak lebih dari sekadar gurauan sendu.
Persetan dengan perih.
Persetan dengan luka.
Persetan dengan hampa.
Semua itu hanya omong kosong yang kebenarannya mustahil dipercaya.

Apa kabar, hati?
Lama tak bersua. 
Masih utuh seperti dulu, 'kan?
Hati, tahukah kamu? 
Aku tidak tega membiarkan orang menyakitimu, melukaimu, bahkan menganggapmu sebuah lelucon hingga siapa saja bisa menertawakan kepolosanmu.
Kamu berjuang, seseorang berusaha mematahkan perjuanganmu.
Kamu mencintai sepenuh hati, seseorang berusaha keras menyakitimu.
Kamu menahan rindu, seseorang berusaha pergi meninggalkanmu dalam kesepian panjang.

Apa kabar, hati?
Lama tak bersua. 
Masih bahagia seperti dulu, 'kan?
Aku tahu kamu pandai menyimpan rasa. 
Aku tahu kamu pandai menahan rindu. 
Aku tahu kamu kuat berjuang dalam penantian. 
Aku tahu kamu pandai menepati janji setia. Aku tahu kamu. Aku tahu.
Tetap disana ya, jangan pernah berubah meski berulang kali seseorang berusaha melukai bahkan menyakitimu.
Aku tahu kamu kuat. 
Aku tahu kamu bisa menjalani kehidupan bersamaku.
Tetap disana ya, kita akan selalu bersama menggenggam erat kebahagiaan.

03012017

Cha.

Newer Posts Older Posts Home

Tentang Aku

Mau mengenal aku lebih dalam? Buka sosial mediaku, tapi jangan kecewa karna yang aku tampilkan terlihat sempurna tidak ada cela. Barangkali mau sharing atau discuss, boleh dm salah satu sosial mediaku.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Hai, kamu pembaca yang ke

Semua Tulisanku

  • ►  2025 (7)
    • ►  December (1)
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2022 (1)
    • ►  June (1)
  • ►  2021 (3)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2020 (7)
    • ►  July (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (3)
    • ►  January (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  October (1)
    • ►  August (2)
    • ►  July (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ▼  2017 (10)
    • ►  December (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  June (1)
    • ►  February (2)
    • ▼  January (3)
      • Hujan di Penghujung Januari.
      • Diam Adalah Emas.
      • Apa Kabar, Hati?
  • ►  2016 (3)
    • ►  June (1)
    • ►  April (1)
    • ►  February (1)

Labels

  • Article
  • Experience
  • Motivation
  • Part of My Feeling
  • Poetry
  • Random
  • RizkaTalk
  • SelfHealingSeries

Paling Sering Diceritakan

Oddthemes

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates