Diam Adalah Emas.

Ada perumpamaan dalam bahasa Inggris, Silent is gold. Yang bila diartikan ke dalam bahasa Indonesia, berarti diam adalah emas. Sudah sering kita dengar perumpamaan seperti itu.

Bagi saya, diam adalah perilaku dimana seseorang sedang mengalami pergolakan batin yang sangat pelik. Diam bukan berarti menyelesaikan masalah. Diam bukan berarti menjauh dari masalah. Diam bukan berarti tak mampu menanggung masalah yang dihadapi.

Diam. Satu kata yang sering membuat orang sering salah mengartikan maknanya. Diam itu seperti.. air dalam sebuah bejana. Tak bergerak bila tak disentuh. Tak bergetar bila tak dipukul permukaannya. Dan menenangkan.

Ketika orang diam, mungkin saja dia sedang memikirkan mimpi-mimpinya.
Ketika orang diam, mungkin saja dia sedang mengagumi hidupnya.
Ketika orang diam, mungkin saja dia mengkhayalkan masa depannya.
Mungkin saja, 'kan?

Diam itu identik dengan kesedihan, kegalauan, atau bahkan kehilangan. Benar, memang benar. Kebanyakan memang seperti itu.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam larut dalam kesedihan, keadaan akan berubah seperti semula. Saya salah.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam mencoba mengikhlaskan sebuah kehilangan, kehilangan akan berlalu begitu saja. Saya salah.
Terkadang, saya berpikir ketika saya diam menikmati kegalauan hati saya, kegalauan akan merangkul saya erat menuju kebahagiaan. Lagi-lagi saya salah.

Diam tidak sepenuhnya bisa menyelesaikan masalah. Diam tidak sepenuhnya mengubah keadaan menjadi seperti sedia kala. Diam tidak sepenuhnya membuatmu menjadi bahagia dan lebih baik.

Diammu harus bisa diartikan. Diammu harus bisa membuatmu menemukan solusi dari masalah yang kamu hadapi. Diammu harus bisa membuatmu menjadi orang yang semakin kuat. Diammu harus bisa membuatmu mengerti arti sebuah kehidupan.

Diam adalah emas, sebuah perumpaan bagi orang yang semakin dewasa dalam menyederhanakan masalah dihidupnya.

15012017,

Cha

0 comments