Care? Are you sure?

source: twitter.com

Seiring usia yang bertambah, aku tidak lagi ingin mengemis rasa peduli pada orang lain, sekalipun itu orang-orang di sekitarku.
Ada banyak perasaan canggung yang aku rasakan saat orang lain tiba-tiba peduli denganku, dengan perasaan yang aku rasakan, bahkan dengan hidupku.
"Sungguh, apakah itu benar-benar rasa peduli yang datang dari hati?", tanyaku dalam hati.

Ketika banyak peduli yang datang menghampiri, aku selalu merasa khawatir.
Khawatir jikalau peduli itu tidak benar-benar nyata.
Khawatir jikalau peduli itu memiliki maksud yang tersembunyi.
Bahkan, untuk menerima rasa peduli dari orang lain, aku perlu meyakinkan hatiku bahwa peduli yang akan aku terima datang dari hati yang tulus.

Melewati beberapa fase kehidupan itu tidak mudah.
Sudah berapa orang yang kutemui hanya berlagak manis di depan, namun di belakang justru membicarakan segala kebohongan mengenai hidupku yang diapun tidak begitu memahami.
Krisis kepedulian yang saat ini melanda membuatku tidak lagi memaknainya sebagai sesuatu yang amat berarti.
Kadang, aku menyerah dengan keadaan dan lebih memilih peduli sepenuhnya pada diri sendiri.

Memang, semua bualanku ini tidak begitu penting untuk kamu terima dan mengerti.

Akan tetapi, sadarkah kamu jika kamu itu minim rasa peduli bahkan pada diri sendiri?
Membicarakan kehidupan orang lain begitu amat kamu sukai kemudian menilainya seperti hidupmulah yang paling baik, tidakkah kamu merasa hidupmu itu minim rasa peduli?
Kamu banyak bicara mengenai hidup orang lain, namun jika disuruh untuk berbicara mengenai hidupmu sendiri, kamu diam membisu.

Lantas, apa yang selama ini kamu pahami mengenai arti peduli jika bicaramu saja tidak benar-benar seperti orang yang memiliki rasa peduli terhadap orang lain?

091119,

Cha

0 comments