Punya teman tidak? Pasti semua orang mempunyai teman, tidak mungkin tidak ada yang mempunyai teman kecuali benar-benar tidak ada rasa pertemanan dalam dirinya.
Malam ini, saya akan share apa yang mengusik pikiran saya selama beberapa hari terakhir ke dalam sebuah tulisan. Tema tulisan malam ini, pertemanan. Sudah mengerti 'kan arti dari kata teman? Cari di google deh ya. Hehe.
Mulai darimana ya? Begini saja, saya akan mengeksplorasi pandangan saya tentang pertemanan. Menurut saya, pertemanan itu adalah hubungan kerjasama antara satu dengan yang lain, kerjasama dalam hal kepercayaan, solidaritas, hingga kasih sayang. Saya pribadi, merasakan ketiga hal tersebut ketika membangun pertemanan. Tidak langsung seluruhnya saya rasakan, ketiganya datang secara bertahap dan saya menikmatinya.
Teman itu bukan sekadar saling memberi keuntungan, tapi saling memberi dukungan antara satu dengan yang lain. Bagaimana jika teman itu hanya mau diuntungkan saja? Itu sih bukan teman namanya, tapi parasit. Tinggalkan dan abaikan. Begitu saja.
Teman itu, bukan sekedar wadah curhat, tapi sebagai penasehat yang bijak. Bagaimana jika teman itu membocorkan apa yang kita curhatkan? Wah parah banget, itu sama sekali bukan teman namanya, tapi pengkhianat. Sudah tinggalkan, biarkan dia menanggung sendiri dosa-dosanya.
Teman itu bukan sekedar baik di depan kemudian di belakang buruk, tapi teman itu benar-benar baik di depanmu dan ketika kamu jatuh terpuruk dia yang merangkulmu kemudian mengajakmu bangkit dari keterpurukan. Bagaimana jika teman itu bermuka dua, di depan baik tapi di belakang justru menampilkan perangai buruk? Duh, yang itu mah bukan teman, tapi... (Isi sendiri). Ditinggalkan saja dan cari teman baru.
Sebenarnya pertemanan itu sederhana, kamu dan dia harus saling percaya, kamu dan dia harus saling mendukung, kamu dan dia harus saling merangkul dalam kondisi apapun itu, kamu dan dia harus tetap saling berpegangan tangan meski angin bahkan badai sekalipun menerjang. Tidak sulit, sederhana sekali. Tidak ada yang sulit selama kita ikhlas dalam berteman, ikhlas untuk menutupi kekurangan masing-masing dan tidak pamrih dalam berteman.
Kalau kalian punya teman, tolong dihargai perasaannya, ditutupi kekurangannya, dirangkul erat bahunya, dikuatkan jika sedih. Temanmu mungkin tidak meminta banyak darimu, dia hanya ingin kamu ikhlas berteman dengannya.
Bagaimana? Sanggup tidak? Ayolah disanggupin, biar sama-sama nyaman.
25022017,
Cha.
Malam ini, saya akan share apa yang mengusik pikiran saya selama beberapa hari terakhir ke dalam sebuah tulisan. Tema tulisan malam ini, pertemanan. Sudah mengerti 'kan arti dari kata teman? Cari di google deh ya. Hehe.
Mulai darimana ya? Begini saja, saya akan mengeksplorasi pandangan saya tentang pertemanan. Menurut saya, pertemanan itu adalah hubungan kerjasama antara satu dengan yang lain, kerjasama dalam hal kepercayaan, solidaritas, hingga kasih sayang. Saya pribadi, merasakan ketiga hal tersebut ketika membangun pertemanan. Tidak langsung seluruhnya saya rasakan, ketiganya datang secara bertahap dan saya menikmatinya.
Teman itu bukan sekadar saling memberi keuntungan, tapi saling memberi dukungan antara satu dengan yang lain. Bagaimana jika teman itu hanya mau diuntungkan saja? Itu sih bukan teman namanya, tapi parasit. Tinggalkan dan abaikan. Begitu saja.
Teman itu, bukan sekedar wadah curhat, tapi sebagai penasehat yang bijak. Bagaimana jika teman itu membocorkan apa yang kita curhatkan? Wah parah banget, itu sama sekali bukan teman namanya, tapi pengkhianat. Sudah tinggalkan, biarkan dia menanggung sendiri dosa-dosanya.
Teman itu bukan sekedar baik di depan kemudian di belakang buruk, tapi teman itu benar-benar baik di depanmu dan ketika kamu jatuh terpuruk dia yang merangkulmu kemudian mengajakmu bangkit dari keterpurukan. Bagaimana jika teman itu bermuka dua, di depan baik tapi di belakang justru menampilkan perangai buruk? Duh, yang itu mah bukan teman, tapi... (Isi sendiri). Ditinggalkan saja dan cari teman baru.
Sebenarnya pertemanan itu sederhana, kamu dan dia harus saling percaya, kamu dan dia harus saling mendukung, kamu dan dia harus saling merangkul dalam kondisi apapun itu, kamu dan dia harus tetap saling berpegangan tangan meski angin bahkan badai sekalipun menerjang. Tidak sulit, sederhana sekali. Tidak ada yang sulit selama kita ikhlas dalam berteman, ikhlas untuk menutupi kekurangan masing-masing dan tidak pamrih dalam berteman.
Kalau kalian punya teman, tolong dihargai perasaannya, ditutupi kekurangannya, dirangkul erat bahunya, dikuatkan jika sedih. Temanmu mungkin tidak meminta banyak darimu, dia hanya ingin kamu ikhlas berteman dengannya.
Bagaimana? Sanggup tidak? Ayolah disanggupin, biar sama-sama nyaman.
25022017,
Cha.

0 comments