Sesekali Bersikap Egois



Keluarga, sahabat, teman bahkan pasangan sekalipun nggak bisa bersikap seenaknya untuk mengatur hidupmu. Seringkali, perasaan tidak enak untuk menolak memegang kendali atas dirimu pada circle terdekatmu. Lebih mengenaskannya lagi, circle terdekatmu tidak menyadari hal itu dan membuatnya semakin menjadi.

Ingin sekali rasanya berteriak menyuarakan suara hati mengenai rasa tidak nyaman, tidak enak atas perlakuan-perlakuan yang terkadang sifatnya menjadi keterlaluan. Sungguh, aku, kamu bahkan siapapun itu tidak pernah meminta diatur hidupnya oleh oranglain yang dalam tanda kutip "circle terdekat". Aku tahu, ada banyak kesalahan dalam diriku yang mungkin di mata oranglain perlu dibenahi. Tapi, menurutku, aku juga memiliki andil atas diriku yang banyak dilumuri oleh kesalahan-kesalahan.

Egois. Sungguh, aku ingin menjadi egois sesekali. Ingin merasakan memegang kendali atas setiap keadaan. Ingin merasakan terbebas dari belenggu keterpaksaan yang sering kurasakan. Ingin merasakan kebebasan atas diriku sepenuhnya. Aku tahu itu semua merupakan hal yang sulit, namun, aku lebih merasa iba pada diri sendiri yang tak pernah sekalipun memeluk keegoisan untuk dapat dilampiaskan.

Seringkali, orang-orang yang masuk ke dalam circle terdekat melampiaskan keegoisannya secara membabi-buta. Mengikuti segala kemauannya, menuruti perintahnya dan membuatku seakan-akan harus tunduk atas keadaan di sekitar.

Aku. Benci. Itu.

Hey, aku juga berhak atas hidupku. Hidupku juga sangat berharga, untuk kau tahu. Ada banyak hal yang belum bahkan tak sempat aku realisasikan bersama diriku dan itu karena buah dari keegoisanmu.

Sesekali aku juga mau sepertimu, menjadi egois; menjadi pemegang kendali atas keadaan.

19012020,

Cha

0 comments