Terikat dengan masa lalu yang menyakitkan sangatlah menyesakkan. Hari-harimu dipenuhi oleh hal yang menyengsarakan yang selalu memenuhi pikiran. Bukannya kamu tidak ingin melepaskan, hanya saja waktu belum memberikan sinyal yang pasti mengenai bagaimana caranya menutup lembaran kisah yang lalu tanpa meninggalkan noda berupa penyesalan.
Perkara melepaskan memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Butuh waktu yang tidak sebentar,
Butuh keberanian yang kuat, dan
Butuh keikhlasan yang datang dari hati.
Melepaskan erat kaitannya dengan kesiapan untuk membuka lembaran baru. Jika hati masih belum siap, maka belum saatnya kamu melepaskan. Waktunya belum tepat, karena hatimu masih belum ikhlas untuk melupakan semuanya. Namun, terus-menerus dikekang oleh hal yang bernama masa lalu juga tidak bisa dikatakan sebagai pembenaran atas pahitnya melepaskan. Lalu, bagaimana?
Perkara melepaskan tidak selalu berjalan dengan tuntas tanpa bekas.
Kamu yang paling paham dengan dirimu saja, belum tentu bisa melepaskan tanpa paksaan. Kamu harus tahu bahwa tidak semua hal yang dilakukan dengan terpaksa akan berakhir tanpa cela. Perlu kamu pahami, melepaskan sesuatu yang pernah menjadi suatu kebanggaanmu memerlukan proses yang tidak sebentar. Bisa berhari-hari hingga bertahun-tahun. Tergantung dari dirimu sendiri, pilihan itu ada pada dirimu.
Perkara melepaskan selalu menjadi hal yang dibenci setiap orang, orang yang patah hati misalnya.
Bukan, bukan melepaskan hal yang membuat hancur yang menjadi permasalahannya. Melainkan, melepaskan seluruh kenangan yang melekat di dalam memori yang amat sangat tidak disukai. Kenangan yang sudah terpatri di dalam memori akan selalu ada dan menjadi bagian dalam sebuah perjalanan kasih sayang. Siap melepaskan berarti siap mengesampingkan ego untuk mengubur dalam-dalam seluruh kenangan yang pernah menjadi bagian terindah dalam hidupmu.
Perkara melepaskan sudah seharusnya memiliki tujuan yang pasti tentang bagaimana membuatmu menjadi seseorang yang pantas dihargai hati dan perasaannya.
Ketika kita memulai perjalanan baru tanpa melihat hal yang telah berlalu, artinya kita sudah memilih. Memilih untuk tidak terikat lagi, memilih untuk berdiri seorang diri tanpa bantuan pondasi darinya yang pernah menghancurkan pondasi itu sendiri, memilih untuk menjalani hidup dengan hati yang sudah menerima dan memilih untuk mengganti kenangan-kenangan yang menyakitkan dengan hal yang menyenangkan. Ketika saat itu tiba, saat dimana kamu sudah memilih apa yang terbaik bagimu dan hidupmu, maka kamu sudah tidak lagi bertanggung jawab atas masa lalumu yang amat pelik. Ketika kamu sudah memilih dan membuat keputusan, maka putuslah ikatanmu dengan hal yang bernama masa lalu. Ketika kamu sudah memilih, artinya kamu sudah melepaskan.
Perkara melepaskan merupakan bagian dalam perjalanan kasih sayang, hanya saja prosesnya tidak mudah dan lebih banyak membutuhkan waktu.
Jika kamu sudah memilih dirimu sebagai seseorang yang amat berharga diantara hal-hal yang sepatutnya dihiraukan, maka melepaskan tidak akan sesulit itu.
Aku yakin kamu bisa. Aku percaya itu.
020520,
Cha

0 comments