Antara Usaha dan Doa

 


antara usaha dan doa, mana yang lebih powerful?

menurutku keduanya sama-sama punya 'power'.


usaha — memberikan banyak pembelajaran, kesempatan untuk mengembangkan diri dan pengalaman yang begitu berharga, sedangkan

doa — sebagai pondasi agar segala hal yang sedang diusahakan bisa dikendalikan dengan baik.


tidak ada kata gagal, yang ada hanyalah "belum rezekinya". mungkin, bagi sebagian orang gagal adalah hal yang paling memalukan dan tidak bisa dipungkiri bagaimana marah, kesal dan kecewa bisa menjadi bom yang akan meledak secara tiba-tiba.

tapi bagiku, gagal bukanlah hal yang membuatku merasa malu. 


"mungkin, belum rezekinya", aku selalu menyematkan itu di setiap kegagalan yang aku alami. bukan berarti aku suka dengan kegagalan, bukan. tapi, kalau memang belum waktunya dan belum rezekinya bagaimana bisa aku marah dengan rencana yang Tuhan telah atur sebaik-baiknya?


kemarin, aku melewati fase gagal itu untuk kesekian kalinya. tapi, aku tidak merasa kecewa dan marah karena mengalaminya lagi. aku justru lebih menerima dan biasa saja. mungkin karena sebelum menyelesaikan usaha-usaha itu, aku sudah menyerahkan dan mengikhlaskan hasilnya kepada sang Perencana.


aku tidak pernah berdoa untuk selalu diberikan keberhasilan, tetapi aku selalu berdoa diberikan hasil yang terbaik atas usaha yang aku lakukan dan doa yang aku panjatkan setiap harinya.


setelah melewati seluruh proses dan sampai di tahap akhir, ternyata ada gagal yang terselip disana.. aku merasa baik-baik saja justru lebih lega.


"ternyata ini yang terbaik yang Tuhan berikan..", pikirku.


mungkin bukan sekarang, tapi nanti.

mungkin juga bukan apa yang kita ingin, tetapi akan ada yg lebih baik yang sudah Tuhan siapkan.

tidak berhasil bukan berarti sia-sia, semua sudah diatur dengan sebaik-baiknya.


June, 21st

Cha

0 comments