Perayaan Untuk Diri Sendiri

 

— perayaan untuk diri sendiri dari seseorang.


ketika bangun di pagi hari, tanggal 4 bulan agustus kemarin rasanya tidak ada yang berbeda dari hari-hari sebelumnya. bangun tidur lalu duduk sebentar dan kemudian bersiap untuk melakukan hal yang sama seperti biasanya.


beberapa hari setelah tanggal 4 agustus, aku merasa lelah dengan hidupku. aku hanya ingin tidur dan enggan untuk pergi bekerja. ada banyak hal yang aku rasakan dan semuanya berkumpul menjadi satu sampai di satu titik aku hanya bisa menangis dan mengatakan lelah berkali-kali.


sampai beberapa hari setelahnya, aku akhirnya sedikit tenang meskipun pikiran dan perasaanku masih kusut. entah bagaimana aku akan menjalani hariku setelah ini, pikirku.


ternyata hidup ini banyak jebakannya, ya. kadang bisa jatuh, kadang bisa beruntung. ya begitu.


usia bertambah, tapi diri ini masih seperti ini. tidak ada antusias akan hari yang kata orang "it's your day". karena everyday it's my day, pikirku. ya, tergantung bagaimana diri ini menerima segala hal yang terjadi setiap harinya.


usia bertambah, tidak ada keinginan yang berlebihan. hanya ingin sehat, tenang, bahagia, penuh rasa syukur, berhenti menjadi people pleasure (ya ini kadang sulit) dan menjadi manusia yang tidak mudah dimanfaatkan dan diremehkan oleh orang lain. 


usia bertambah, tidak berharap apapun kecuali selalu didekatkan dan dikelilingi oleh orang-orang baik yang rasa empatinya tinggi terhadap sesama. karena, bertemu dengan orang yang membuat hidupku berantakan itu sudah pernah dan membuatku lumayan trauma.


aku tidak berpikir bahwa aku harus memiliki segalanya untuk bisa hidup tenang. menurutku merasa cukup itu lebih baik, karena kalau sudah cukup ya sudah semuanya pasti akan Tuhan cukupkan sampai kapan pun. cukup bahagianya, cukup pertemanannya, dan cukup-cukup lainnya.

seperti saat ini rasanya jauh lebih baik.


aku hanya ingin berterimakasih, kepada diriku, kepada orang yang membersamaiku dengan sejuta perhatian, kebaikan juga sayangnya pada diri yang kadang tidak peduli dengan dirinya sendiri ini.

terimakasih atas perhatian, atas doa-doa indahnya dan atas kebaikan yang membuatku menangis karena aku merasa belum pantas menerimanya.


August 19th,

Cha

0 comments