Source: Pinterest
Di sepanjang perjalanan hidup yang telah kulalui, aku percaya bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. Aku selalu meyakini hal itu, menjadikannya sebagai pondasi agar aku bisa kuat ketika kegagalan menghampiriku. Tak terhitung sudah berapa kali jatuh, gagal hingga terpuruk.
Kecewa? Sudah pasti.
Marah? Tak bisa diungkapkan lagi.
Sedih? Lebih dari itu.
Aku ingat sekali, kala itu pada saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), aku yang memantapkan hati memilih jurusan kuliah yang saingannya luar biasa di sebuah perguruan tinggi negeri terkemuka di Yogyakarta hingga rela terbang menuju Yogya beberapa hari sebelum ujian dilaksanakan. Aku memiliki alasan tersendiri mengapa aku memilih ujian di Yogya sedangkan di daerah sendiri pun ujian bisa dilaksakan, aku memilih seperti itu karena ingin mengikuti tes mandiri di perguruan tinggi yang sama dengan yang kupilih pada SBMPTN, meskipun pada akhirnya pada kedua tes aku dinyatakan 'gagal'. Ketika hari pengumuman SBMPTN, aku menangis sejadi-jadinya hingga rasanya seperti tak sanggup menjalani semua hal. Berhari-berhari larut dalam kesedihan, aku masih optimis menunggu pengumuman ujian mandiri yang telah aku ikuti, aku mencoba bangkit, mencoba untuk mengikhlaskan semuanya, mencoba untuk tersenyum meskipun kegagalan itu masih membekas di hatiku. Hari itu pun tiba, pengumuman ujian mandiri, pelan-pelan ku ketikkan nomor ujianku dan... ya aku gagal lagi. Rasa kecewanya memanglah tidak sebanding saat pengumuman SBMPTN sebelumnya, tapi kata 'gagal' itu terus terngiang dalam pikiranku. Aku sudah tidak tau lagi harus bagaimana, seperti usaha yang kulakukan selama ini tertahan oleh sesuatu, tidak berhasil hingga akhir.
Saat itu aku menyadari bahwa Allah sedang mengujiku, Allah sedang sayang-sayangnya padaku, Allah sangat merindukanku dalam sujud di sepertiga malam. Aku mulai melakukan perubahan pada diriku, perbanyak ibadah sunnah hingga perkuat doa. Berminggu-minggu larut dalam kesedihan, aku menjadi sedikit lebih kuat dari sebelumnya dan siap menerjang badai besar yang mungkin akan terjadi dan kuhadapi lagi dalam hidupku. Dan benar saja, aku mengikuti ujian mandiri lagi di daerahku, mengambil jurusan yang sama saat SBMPTN, semuanya terasa begitu mudah hingga saat pengumuman tiba, aku dinyatakan lulus, aku tidak 'gagal' lagi. Meskipun bukan di perguruan tinggi yang aku impikan, aku merasa lebih baik dan aku terus meyakini diriku bahwa tidak ada usaha yang sia-sia, semuanya baik tergantung bagaimana cara kita menyikapinya.
Aku pernah berpikir bahwa tidak semua yang kita sukai itu baik menurut kita dan tidak semua yang kita tidak sukai itu buruk bagi kita. Dan ya, Allah membuktikan itu semua padaku. Ada tiga jawaban yang Allah siapkan ketika mengabulkan doa kita;
Aku kabulkan,
Tunggu, tingkatkan usaha dan doamu,
Tidak, Aku menggantinya dengan yang lebih baik.
Meskipun seringkali jawaban dari doa yang dipanjatkan tidak selalu berujung mendapat jawaban 'Aku kabulkan', cobalah untuk percaya dan meyakini diri sendiri bahwa tidak ad usaha yang sia-sia, semua itu adalah jawaban terbaik dari semua usaha yang kamu lakukan dan doa yang kamu panjatkan :)
04022018,
Cha


0 comments