Setelah 'jatuh' berkali-kali pada orang yang salah,
memperjuangkannya tanpa henti,
memikirkannya setiap waktu,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang dikejar bukan mengejar.
Setelah 'jatuh' berkali-kali pada orang yang salah,
menantikannya tanpa perlu perintah,
membiarkan hatiku terluka karenanya,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang diperjuangkan bukan memperjuangkan.
Setelah 'jatuh' berkali-kali pada orang yang salah,
merindukannya sepihak,
menatap matanya diam-diam,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang dicari bukan mencari.
Biarlah semuanya berjalan sebagaimana alurnya.
Perihal mengejar, memperjuangkan dan mencari,
itu sudah bukan urusanku sebagai perempuan.
Karena sekarang,
Aku mengerti, perempuan itu selayaknya memang dikejar, diperjuangkan dan dicari,
bukan sebaliknya.
16022018,
//cha//
memperjuangkannya tanpa henti,
memikirkannya setiap waktu,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang dikejar bukan mengejar.
Setelah 'jatuh' berkali-kali pada orang yang salah,
menantikannya tanpa perlu perintah,
membiarkan hatiku terluka karenanya,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang diperjuangkan bukan memperjuangkan.
Setelah 'jatuh' berkali-kali pada orang yang salah,
merindukannya sepihak,
menatap matanya diam-diam,
Aku sadar, bahwa fitrahku sebagai perempuan sejatinya memang dicari bukan mencari.
Biarlah semuanya berjalan sebagaimana alurnya.
Perihal mengejar, memperjuangkan dan mencari,
itu sudah bukan urusanku sebagai perempuan.
Karena sekarang,
Aku mengerti, perempuan itu selayaknya memang dikejar, diperjuangkan dan dicari,
bukan sebaliknya.
16022018,
//cha//

0 comments