Aku itu penakut, untuk kalian tahu. Takut memulai, takut menjalankan, takut disakiti, takut menyakiti hingga takut ditinggalkan. Aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu, mungkin masih ada rasa trauma di masa lalu atau mungkin karena ada suatu hal yang aku tidak tahu penyebabnya. Aku tidak tahu pasti, yang jelas aku orangnya penakut. Aku pernah mencoba dekat dengan seseorang, tapi tidak sepenuhnya aku bisa membiarkan diriku terjebak dalam kedekatan yang kubuat. Pada awalnya, aku bisa mengatasi rasa takutku, namun, tidak sampai akhir. Semuanya tidak sesuai rencana. Aku memilih untuk pergi dan mengalah pada hatiku yang tidak bisa kupaksakan untuk memulai semuanya. Dan semuanya berakhir.
Tidak semua orang bisa memulainya dengan perasaan senang, aku justru sebaliknya, memulai dengan perasaan takut. Ketika sudah memulai beberapa langkah, justru hatiku yang meminta untuk pergi, hatiku yang memaksa untuk menjauh, hatiku yang membuat batas. Seperti diberikan clue oleh Tuhan; tinggalkan karena dia bukan orang yang bisa mengimbangi semua ketakutanmu. Dari semua itu, dari semua rasa ketakutanku, aku memilih untuk tidak memulai terlalu jauh dan memilih untuk sendiri hingga waktu yang lama.
Aku memahami, bahwa diriku yang dulu berbeda dengan yang sekarang. Dulu, aku begitu mudah dekat dengan orang lain, selalu terbuka dengan orang lain. Sekarang, aku menjadi orang yang tidak mudah untuk didekati, cenderung tertutup dan selalu membatasi kedekatan dengan orang lain. Sekarang, aku merasa memiliki pertahanan diri yang lebih kuat dari sebelumnya, lebih mengerti tentang bagaimana seharusnya tingkah laku seorang perempuan ketika sedang bersama dengan lawan jenisnya. Di sini, aku tidak menyindir atau menghakimi siapapun. Karena aku sadar, bahwa aku juga dalam tanda kutip "pernah" melakukan hal yang seharusnya tidak layak untuk dilakukan. Aku pernah melakukan kesalahan begitupun dengan kalian, maka dari itu kita sama-sama memberikan nasihat yang baik dan contoh yang layak.
Banyak orang yang mengira bahwa aku adalah orang yang banyak tertawa bahkan orang yang terlihat bahagia, tidak, aku tidak seperti itu. Aku itu tidak sekuat dan setangguh yang kalian ketahui. Menutupi kesedihan dan masalah yang kuhadapi adalah hal yang harus kulakukan, karena aku tahu bahwa tidak semua orang yang dekat denganku mau kubagi seluruh kesedihan dan masalahku. Karena tidak semua orang yang dekat denganku bisa membantu meringankan, dan terkadang justru menambah. Maka dari itu, aku memilih untuk membatasi diri dan tidak mau terlalu jauh dekat dengan orang lain. Mungkin kalian pernah atau saat ini merasakan hal yang sama sepertiku? Jangan takut, jangan merasa terbebani. Lama-kelamaan pasti semua hal itu akan berlalu, entah dengan cara yang cepat ataupun dengan cara yang lambat.
Yang terpenting kita selalu ingat bahwa sendiri itu baik. Kamu punya banyak waktu untuk dirimu, banyak waktu untuk kamu habiskan dengan sahabat-sahabatmu, banyak waktu untuk kamu sisihkan bersama keluargamu. Tidak selamanya, dekat dan bersama seseorang itu merupakan sebuah pembenaran di antara kesendirianmu. Tidak. Ada kalanya itu merupakan sebuah kesalahan yang tidak sengaja kamu perbuat. Jangan menyalahkan dirimu atas kesendirianmu saat ini, kamu justru harus banyak-banyak bersyukur, karena saat ini banyak orang yang menginginkan waktu sendiri saat sedang bersama orang lain sedang mereka tidak memiliki waktu dengan dirinya sendiri karena sibuk mengurusi orang lain, mengurusi hidup orang lain, mengurusi perasaan orang lain.
17082018,
Cha


0 comments